Kelebihan puasa dalam agama Islam

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Dalam postingan pertama ini, saya akan memposting tausiyah yang saya buat ketika ada final tausiyah besar di sekolah, tulisan ini pasti jauh dari kata sempurna, tapi InsyaAllah bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan berikut adalah teks tausiyah saya,,, selamat membaca...

Dalam Islam kita pasti kerap mendengar kata “puasa”, puasa biasa didefinisikan dengan menahan nafsu dari adzan subuh sampai adzan maghrib. Ada beberapa waktu dimana kita sebagai umatmuslim diwajibkan untuk berpuasa, seperti pada firman Allah SWT,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS: Al-Baqarah: 183)

Tapi ternyata puasa tidak hanya ada dalam Islam saja. Ada beberapa agama yang juga menjadikan puasa sebagai bagian dari ibadah mereka.

Tetapi, jika dilihat dari berbagai sisi, puasa dalam agama Islam memiliki banyak sekali kelebihan, dan lebih lengkap kelebihannya daripada puasa dalam agama lain. Coba kita bahas beberapa kelebihan puasa dalam agama kita, dibanding puasa dalam agama lain...

1.      Puasa dalam Islam lebih menyeluruh, semua orang yang beragama Islam memiliki kewajuban untuk melaksanakan puasa karena puasa termasuk rukun Islam. Dalilnya ada di surah Al – Baqarah : 183
2.      Puasanya Islam juga memiliki rukshah yang memudahkan bagi orang yang tidak mampu melaksanakannya.
3.      Puasa wajibnya, puasa Ramadhan memiliki waktu/periode yang panjang sehingga bagi orang yang udzur bisa tetap melaksanakannya di esok hari atau setelah udzurnya selesai.
4.      Puasa dalam Islam tidak berlebihan, maksudnya tidak memiliki ritual yang membuat puasa terasa semakin berat.
5.      Dalam Islam kita juga diperbolehkan latihan berpuasa dengan menjalankan puasa sunnah, terutama saat mendekati bulan Ramadhan, untuk menyambut sekaligus membiasakan kita untuk berpuasa.
6.      puasa di agama lain fungsinya condong hanya ke penebusan dosa, sementara Islam berpuasa untuk menambah pahala juga menghilangkan dosa. Terutama saat Ramadhan, pahala perbuatan malah dilipat gandakan, dan Allah juga memberi kita 10 hari penuh ampunan yang memberi kesempatan emas bagi kita untuk memohon ampunan pada Allah dengan cara menambah ibadah dan amalan baik.
7.      Puasa dalam Islam juga tidak memiliki waktu yang terlalu panjang setiap harinya, di Indonesia waktu puasa tidak sampai 16 jam. Allah telah mengatur agar semua terasa adil, mungkin negara dengan waktu puasa paling singkat pada saat Ramadhan sedang musim panas, dan sebaliknya.
8.      Puasa dalam Islam adalah puasa yang paling menyehatkan. Karena puasanya tidak terlalu panjang, tetapi cukup untuk mengistirahatkan beberapa organ tubuh yang sebelum puasa tidak berhenti bekerja.
9.      Puasa dalam Islam merupakan puasa yang penganutnya paling bersungguh-sungguh untuk mengerjakannya, tidak hanya pembesar agamanya, tidak dibedakan kasta untuk yang mengerjakannya, tidak memberatkan sampai jadi libur nasional. Dan penganut agama Islam pasti semangat menyambut waktu puasa.
10.  Bulan puasa Ramadhan akan selalu ramai akan amalan-amalan baik, terutama saat mendekati maghrib banyak orang yang bersedekah memberikan Ta’jil gratis pada pengendara di jalan raya. Semua orang beramai-ramai menambah amalan untuk mendapat berkahnya bulan Ramadhan, bahkan terkadang orang non muslim pun ikut menyemarakkan bulan Ramadhan yang membawa berkah bagi seluruh alam.

 Dan masih banyak lagi...

Jadi, kita harus menunjukkan bahwa islam itu rahmatal lil alamin, tidak seperti anggapan orang non muslim yang terlalu berat. Dari cara puasanya saja terbukti kalau islam itu agama yang mudah, tidak rumit.

Nah,,, itu tadi teks tausiyah yang pernah saya buat, postingan ini boleh di copy ataupun dishare bagi yang membutuhkan,,,

Kurang lebihnya mohon maaf, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tikki Tikki Tembo - A Story from China

Ummu Imarah, Nusaibah binti Ka'ab